Menutup tahun 2025 ini, izinkan gue curhat smbil ngedumel sebentar:
ENAM TAHUN. Enam tahun itu bukan waktu yang sebentar, bisa dipake nyicil Nmax sekali, nyicil iphone dua kali, bahkan Kakanwil Sumsel aja bisa ganti sampe 5 kali. Orang2 datang lalu naik level. Sementara gue? Masih setia di sini, ngerjain hal yang sama, dengan pengalaman yang nambah tapi tunjangan ga nambah-nambah.
Di tahun keenam pengabdian ini, tepatnya di November 2025, akhirnya gue dilantik jadi Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). Iya, bapak-ibu sekalian… anak hilang ini akhirnya punya rumah. Sebuah momen yang mestinya penuh sukacita, persis kek ngeliat saldo BRI tinggal 14 ribu, tapi seneng karena cicilan SK udah lunas. Seneng karena akhirnya menyandang gelar Pranata Komputer, tapi sedih inget perjalanan panjangnya.
Bayangin, kita udah nguli di kantor dari era snack kotak isi jajanan pasar cinde (skrg snacknya udah bella cake), eh tiba-tiba ada CPNS baru masuk, langsung jadi JFT, gaji naik, status naik, persentase jadi mantu idaman juga naik.
Sementara kita masih ngetik laporan di pojokan, make headset yg rusak sebelah, sambil pura-pura nggak denger mereka bahas tunjangan fungsional yang berjuta-juta. Sakit, tapi ngga berdarah.
“Ini bocah yang baru dateng aja bisa langsung glory, kok gue masih stuck di epic?”
Tapi gue coba sabar. Semua akan indah pada waktunya. Ya... walau waktu gue indahnya datengnya lama.
Intermezzo dikit, jabatan gue pas masuk CPNS adalah Pengelola Teknologi Informasi. Jabatan yang keren dan meyakinkan. Tapi perlahan menjadi menyakitkan karena itu cuma JFU dan berada di grade 6 selama bertahun-tahun.
Yang lebih ajaib lagi, angkatan gue (angkatan 2018) itu ternyata angkatan “percobaan.” Iya, semacam pilot project. Kayak soft launch aplikasi yang masih banyak bug, tapi sudah dilepas ke publik. Setelah kami, nggak ada lagi orang yang diterima dengan jabatan seperti ini. Jadi kalau ada yang nanya, “Kak, kamu S1 komputer kan, kok jabatannya bukan Prakom??”
Gue pun masih bertanya-tanya, “Jabatan aku tu apa, sih? Fungsional? Struktural? Karyawan magang?”
Di tahun 2021, ada angin segar yang berhembus. Terbitlah
Permenkumham no 10 thn 2021, isinya lebih kurang merubah jabatan CPNS angkatan
2018, yg semula dari grade 6 menjadi grade 7 (dengan rincian daftar jabatan
terlampir).
Dari 13 temen angkatan yg ada di Kanwil Kemenkumham
Sumsel, 11 orangnya pada naik grade, kecuali jabatan gue dan temen gue,
BAYANGIN, CUMA JABATAN GUE YG GAK NAIK.
Kayak ngeliatin temen-temen berenang di Amanzi, sementara
lo cuma nunggu di meja, disuruh jaga tas.
SAKITTTTTT. APA DOSA BILQIS YA ALLAH...
Tapi, setelah semua itu gue sadar: mungkin bukan grade, bukan tunjangan, dan bukan jabatan yang bikin gue bertahan. Mungkin karena gue masih punya semangat. Mungkin karena kerja ini udah jadi bagian hidup gue.
Yah, begitulah. Meskipun roller coaster banget, ujungnya tetep dilantik juga jadi Pranata Komputer (yang katanya selevel sama dewa).
Dah dulu ya, next gue tulis perjalanan test prakomnya (kalo inget, kalo sempet)
Kenalin, Willi, Calon Prakom Madya, siap merestart modem anda kalo wifinya gangguan.

